ketika kita masih lugu, berlapis seragam putih biru
teringat pula cara bicaramu yang lucu di depan kelas pertama kita..
terasa bahagia
dengan seragam baru, putih biru
kau terlihat rapi dengan rambut cepakmu
dan para gadis manis yang lugu berkepang dua
masih ingatkah kau? siapa guru kita kala itu.?
terkadang aku ingat, bagaimana kau mencontek PR-ku di pagi hari..
terkadang aku ingat bagaimana kau minta kuajari
tapi kau sendiri bermain - main di atas meja..
masih ingatkah kau?
bagaimana kau gandeng tanganku menaiki tangga untuk menuju kelas?
kau begitu manis dengan senyum gisulmu itu..
oh, kawan,,,
kita sahabat, dulunya..
ketika kita semua masih culun berkacamata..
ketika kau jahil padaku, mencuri buku PR-ku..
tapi, kenapa di tahun ke-2 kau menjauhiku?
aku sadar rupanya kau mulai mengerti cinta
meski itu hanya sebatas cinta monyet..
dari balik bangku ini,
ku lihat dirimu menggandeng tangan gadis lain..
cantik, berambut panjang..
entah mengapa hati ini serasa tergores luka.
oh Tuhan. mungkin ini berlebihan..
di tahun ke-3, kau mulai menyapaku..
tapi itu sudah tak semanis dulu
tak semanis kue coklat yang sering kita beli di kantin..
tak semanis gisul gigimu..
aku memang culun?
dan itu benar..
di tahun ke-3 aku sudah tak berupa lagi..
mungkin di matamu aku dekil,
mungkin di matamu aku kusut, budukan..
tapi jangan semudah itu kau menyebutku..
setidaknya ingat persahabatn kita dahulu...
0 komentar:
Posting Komentar